Wednesday, 11 March 2009

Fadhilah Sholawat Nariyah

Kali ini aku ingin berbagi tentang sebuah doa yang sangat terkenal di kalangan kaum nahdliyin (NU). Namun begitu, tidak ada salahnya bagi anda yang mempunyai faham lain untuk mengamalkannya. Saya yakin anda akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa dalam hidup anda karena ridho Allah swt…Amiien.

Beberapa manfaat dari sholawat nariyah antara lain :

1. Jika mendapat kesusahan karena kehilangan barang, hendaknya membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali. Insya Allah barang yang hilang akan cepat kembali. Jika barang tersebut dicuri orang dan tidak dikembalikan, maka pencuri tersebut akan mengalami musibah dengan kehendak Allah swt. Setelah membaca Sholawat ini hendaknya membaca do’a sebagai berikut (boleh dibaca dengan bahasa Indonesia): “ Ya Allah, dengan berkah Sholawat Nariyah ini, saya mohon Engkau kembalikan barang saya”. Doa ini dibaca 11 kali dengan hati yang penuh harap dan sungguh-sungguh.

2. Untuk melancarkan rezeki, memudahkan tercapainya hajat yang besar, menjauhkan dari gangguan jahat, baca sholawat ini sebanyak 444 kali, boleh dibaca sendiri atau berjamaah.


3. Untuk menghilangkan segala macam kesusahan, memudahkan pekerjaan, menerangkan hati, meluhurkan pangkat, memperbaiki budi pekerti, menghindarkan malapetaka dan perbuatan buruk, baca sholawat ini sebanyak 40 kali setiap hari.

4. Jika dibaca 21 kali setelah shalat maghrib dan subuh akan terjaga dari musibah dan malapetaka apapun.


5. Jika dibaca 11 kali setiap selesai sholat 5 waktu (Shalat Wajib) akan terjaga dari bala’ ( kerusakan) lahir batin.

Syeih Sanusi berkata: “ Barangsiapa secara rutin membaca shalawat ini setiap hari
sebanyak 11 kali maka Allah swt akan menurunkan rezekinya dari langit dan mengeluarkannya dari bumi serta mengikutinya dari belakang meski tidak dikehendakinya”

berikut adalah bacaan doa sholawat nariyah :

Doa Sholawat Nariah

Allohumma sholli sholatan kamilah.
Wasallim salaman tamman ‘ala syayidina muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqod.
Watanfariju bihil kurob
Watuqdo bihil hawaij
Watunalu bihir Roghoib
Wahusnul howatim
Wayustaskhol gomamu biwajhihil karim
Wa’ala alihi washohbihi fi kulli lamhatiuw Wanafasim bi’adadi kulli ma’lumillak

Artinya:

Ya Alloh, Limpahkanlah Rahmat dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad yang dapat melepas beberapa kerepotan atau ikatan, menghilangkan beberapa kesusahan, mendatangkan beberapa hajat, mendapatkan beberapa hajat atau keinginan, mendapatkan beberapa kesenangan, diberikan khusnul khotimah dan curahan rahmat sebab wajah mulia pada tiap saat dan nafas sebanyak yang Engkau ketahui, dengan kerahmatanMU wahai Dzat yang paling belas kasih.

Kalau anda berniat mengamalkan doa tersebut diatas usahakan agar anda membacanya dengan ikhlash dan hanya mengaharapkan ridho Allah semata.
Comments
63 Comments

63 comments:

Anonymous said...

Allahumma Sholli sholatan kamilah atau kamilatan?
mana yg benar..?

siti nurjani said...

yang benar kamilatan

didik sugiarto said...

sama aja, kamilatan ... kalau bacanya diteruskan..tapi kalau terputus...boleh juga dibaca kamilah

aang yuki said...

ada tambahan baca 11 kali itu setiap selesai shalat fardhu menurut kitab babul rizqi

deddy prihambudi sh said...

salam. sepakat. pokoknya kita kudu amalkan sebanyak mungkin dan sesering mungkin shalawat.
tapi, dengan catatan : JANGAN TINGGALKAN WA ALIHI nya.... karena, miturut Nabi SAAW, tidak sah shalawat kepada beliau SAAW bila tidak menyertakan Keluarga Suci beliau SAAW.

Syukran. tidak penting madzab kita, yang penting adalah terus shalawat shalawat.....

Anonymous said...

tanhallu bihi atau biha? mana yang benar?

didik sugiarto said...

tanhalu bihil 'uqod

Anonymous said...

dulu ane suka mengamalkan sholawat ini, katanya bisa buat selamet lah, banyak manfaatnya lah, apalagi kalo dibaca berapa x gtu. Setelah belajar banyak dari ustad, buku, gogling, ane sadar kalo sholawat yg ada dalilnya cuma sholawat yg qita baca waktu sholat. Sholawat selain itu tidak ada dalilnya yg kuat atau justru ga ada dalilnya sama sekali. Kalo kita baca/mengamalkan sesuatu karena ada maksud lain selain Lillahi Ta'ala ane kira itu sudah termasuk syirik. Wallohu A'lam
Kalo sholawat itu emank ada dalilnya, coba dishare dalilnya mana?

Didik sugiarto said...

bersikaplah bijak sobat anonim....dalam melihat perbedaan....jangan sok benar sendiri. Anda boleh meyakini apa yang anda percaya...namun jangan memaksakannya kepada orang lain. Coba anda pelajari sejarah penyebaran Islam....bagaimana sampai ada pertumpahan darah diantara umat islam sendiri...itu karena mereka saling memaksakan kehendaknya sendiri2. So..hormati perbedaan ...dan mari kita perkuat persaudaraan antar umat islam ...dan juga antar umat beragama lainnya. Jadikan Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Anonymous said...

setuju...sdr didik..pengalamnku setelah mengamalkan solawat nariyah alhamdulilah ada kemudahan2 dari NYA..ga percAYa buktikan..niat lilahitaala dan ini hanya sbgai wasilah/perantara/jalan saja..

Abdurrahman said...

Suatu dinilai sebagai suatu kebenaran bila ukurannya adalah Al Qur'an dan As sunnah. Al Qur'an dan As Sunnah bisa jadi ukuran kebenaran bila disandarkan pada pemahaman yang benar. Pemahaman yang paling benar tentang Al Qur'an dan As Sunnah adalah pemahaman para shohabat.

Jadi kalo kiat mau beramal dgn benar, maka beramallah sebagaimana shohabat dahulu beramal.

Adapun sholawat ini (Nariyah) tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan diamalkan para shohabat. Bahkan di dalamnya terdapat kalimat yg menjerumuskan kpd kesyirikan..

Maka,mengapa kita membaca bacaan shalawat bid’ah semacam ini, padahal Rasulullah sudah mengajarkan bacaan2 sholawat yang ma'ruf?

Wallahu a'lam

didik sugiarto said...

ya..itulah perbedaan yang harus kita hormati satu sama lain...bukankah Islam menganjurkan untuk saling menghargai satu kelompok dengan kelompok yang lain...? Di kalangan NU...setahu saya sholawat tersebut sangat dianjurkan. Mungkin saja di kelompok lain tidak. It's Ok.....perbedaan adalah rahmah. Coba anda pelajari sejarah bagaimana sampai munculnya Islam Syiah...

sokhiful said...

Aneh sekali syirik darimana? kalimat dgnnya terurai segala kesulitan dst...karena memang dari nabi Muhammad lewat perantara malaikat jibril Al-Quran diturunkan.dari Al-Quran segala petunjuk mengatasi kesulitan. jadi Kita tidak boleh mengesampingkan jasa Nabi.Emang Al-Quranlangsung turun pada kita? tidakada salahnya memuji setinggilangit nabi karena dgn jasa beliau kita mengenal Allah.awalnya saja Allahumma shalli ala Muhammad "YA Allah sampaikan salam kepada Nabi..dst Allah tetap jadi Tuhan dan Nabi tetap nabi.

Rachman said...

cenderungkan hati dan fikirin memdekatkan hanya kepada allah maka kita insyaallah akan ditunjukkan oleh Allah mana - mana yang mengandung syirik2 halus sekalipun.

Anonymous said...

Saya pecinta shalawat, karena shalawat adalah do'a yang ditujukan seorang hamba kepada Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW. kalau ada yg mengatakan syirik atau bid'ah, bagaimana halnya dengan berdo'a dalam bahasa sendiri (padahal nabi selalu berbahasa arab)? lalu bagaimana berdo'a dengan maksud memohon sesuatu (yg berarti bukan hanya niat lilahita'ala atau ikhlas). Shalawat /do'a adalah salah satu sarana komunikasi untuk mengadu/bertanya/memohon seorang hamba ke sang pencipta (Allah SWT), dan akan dijawab melalui hal yang tidak akan pernah kita duga. Semoga berguna untuk menjawab keraguan atas shalawat ini.

Anonymous said...

Kesyirikan dalam shalawat ini sebenarnya sama seperti kesyirikan yang dilakukan oleh kaumnya nabi Isya, yakni menganggap Yesus sebagai juru selamat dan penunai hajat umatnya. Meski kalau ditanya para umat nabi Isya juga akan mengatakan kalau mereka tidak menyembah nabi Isya tetapi bertawasul dengan Yesus (sebutan nabi Isya oleh kaumnya). Jadi apa bedanya kita sebagai seorang muslim (bila kita melantunkan bait-bait shalawat nariyah) dengan mereka orang-orang Nasrani, yang jelas-jelas sesat dari jalan yang lurus seperti yang disebutkan dalam Al-Quran dalam surat al Fatekhah (penjelasan Ibnu Katsir) (Sugeng, mualaf katolik)

Anonymous said...

setuju dengan saudara anonim

didik sugiarto said...

@Sugeng (muallaf katolik): Jangan samakan sebutan nabi di sholawat nariyah dengan sebutan Tuhan Yesus di agama katolik. Karena jelas Islam melarang menganggap nabi sebagai Tuhan. Nabi adalah utusan Alloh yang membawa risalah Islam. Memang didalam Islam banyak aliran....kalau anda sebagai muallaf silahkan pelajari Islam secara mendalam lebih dahulu. Jangan hanya dari satu aliran saja...terus mengklaim bahwa yang paling benar adalah aliran yang anda anut. COba anda belajar di pondok pesantren NU...pasti anda akan lebih memahami perbedaan sebagai rahmat...bukan untuk saling menjatuhkan.

Anonymous said...

Aslkm
Sebelumnya saya minta maaf bila komentar ini kurang tepat. Saya tidak setuju dengan orang yang mengatakan bahwa perbedaan adalah rahmat. Setiap perkara dalam Islam harus harus merujuk dan melihat kepada sumber yang jelas, yaitu Al Quran dan Sunah. Janganlah menjadikannya suatu perkara yang biasa biasa saja, karena ini menyangkut dunia san akherat. Kalau toh ada suatu perbedaan, baiknya kita kembali kepada sumber kita. Amatlah mudah membedakan putih dan hitam. Tetapi akan berbeda bila kita berhadapan dengan perkara yang baik dan terbaik. Tentulah kita akan memilih hal yang terbaik bukan?

Anonymous said...

Innallaha wa malaikatahu yusalluna ‘alannabi ya ayyuhalladzina amanu shallu alaihi wasallimu taslima. Artinya, Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. al-Ahzab: 56).

mualaf said...

memahami satu ayat al qur'an dan hadist nabi tdk bisa d artikan dg pandangan sendiri karena membutuhkan ilmu2 lain. Seperti innalloha alalarsistawa,artinya bkn alloh d atas aras krna itu mustahil.tp Alloh menguasai aras,,memahami satu ayat al qur'an dan hadist nabi tdk bisa d artikan dg pandangan sendiri karena membutuhkan ilmu2 lain. Seperti innalloha alalarsistawa,artinya bkn alloh d atas aras krna itu mustahil.tp Alloh menguasai aras,,

terapi said...

islam itu indah kenapa jadi banyak bid'ah.....
apa manusia itu dah merasa pintar seperti Tuhan sehingga mudah memutuskan dan menuding
bukankah kita dijadikan bersuku suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal.....
jangan jkadikan perbedaan menjadi permusuhan

Anonymous said...

hmmmmmmmmmmmmmmm..............perdebatan yg melelahkan untuk dibaca

won9bodo said...

tak kenal makanya tak sayang itulah perumpamaan orang yg tdk tahu masalah sholawat.sekarang saya mau tanya pada orang yg terlalu mengedepankan Alqur'an dan hadist.sedalam apakah anda menguasainya? dan masalah Al Qur'an apakah anda dpt dipertanggung jawabkan mengenai guru gurunya yg silsilahnya sampai pada Rosulullah? dan apakah kita tidak boleh mengamalkan sholawat seandainya ada silsilah yg sampai ke rosulullah? dan insya allaoh kami lebih tahu tentangposisi sholawat dari saudara2 yg mengatakan bid'ah atau ga ada dalilnya.karena kami termasuk orang yg suka mengamalkannya dan kami lebih tahu dan bisa dipertanggung jawabkan tentang guru2 kami yg silsilahnya sampai pada sayyidu sanadil a'dom rosulillah saw.baik itu Qur'an atau sekedar solawat.

ariez said...

manusia. .manusia. bgnilh kalau sudah pada pinter/sok pinter. pada ribet amat,yg pnting kan pahalanya. n yg terpntng lg hukumnya nggak haram.

Anonymous said...

Naik motor ke mesjid haram jg ga ya? zaman nabi blm ada, apa tmasuk bid'ah jg? apa hrs naik onta jg?? dan para sahahat jg ga pernah mengamalkannya.

Tony PSGL 1978 said...

kalo haram ya ndak.cuman pahalanya gak bnyak,lebih bnyak yg jln kaki.kalo menurut sya naik motor atau naik onta sbenarnya sma ya,tergantung niat.toh kalo masjid itu jauh ndak mngkin kan jln kaki..jadi disesuaikanlah dgn saat ini tanpa merubah ASAL MULANYA..ISLAM ITU INDAH

Tony PSGL 1978 said...

maaf,kalau naik motor keMajid ya tdk haram.tpi,pahalanya tdk bnyak tdk sperti yg jln kaki.toh kalo masjidnya jauh dak mngkin khan jln kaki.jadi, semua itu disesuaikanlah mana yang SESUAI dan mana yang TIDAK SESUAI.Tanpa merubah ASAL MULANYA SEJARAH TERSEBUT. ISLAM ITU INDAH

Anonymous said...

di dalam sholawat nariyah ada satu ayat yang salah pengartiannya dan kalau dibaca justru menyekutukan Allah SWT dengan Rasulullah SAW, mestinya Tanhallu Bihaa bukan Bihii..karena kalau dengan kata Bihii justru seolah2 Rasulullah yang menyebabkan kita terbebas dan terlepas dari dosa2, kalau kata Bihaa menunjukkan dengan shalawat kepada Rasulullah mudah2an bisa mendapat wasilah karena kita mengirimkan sholawat kepada Rasulullah..Wassalam

Anonymous said...

begini saja, ya begini ini saja....

suara terbaru said...

terima kasih atas infonya....

Anonymous said...

ga pernah....kompak...binun...

Anonymous said...

yang penting sudah mengingatkan.....
jangan sampai memaksakan....

urusan benar tidaknya tetap bukan manusia yg memutuskan...

yg penting sebagai manusia ....hubungan horisontalnya mesti dijaga..... kalu vertikal....kembali ke pribadi masing2.... :)

Anonymous said...

membaca shalawat adlh perintah,,, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" yg mengatakan membaca shalawat itu bid"ah berarti orang itu gak beriman pada satu ayat AlQuran,,orang yg gk percaya pada Alquran berarti orang itu....Kafirr,,wallahu A"lam,,a"udzubillahimindzalik

ahlusunnah waljamaah said...

kalau membaca shalawat itu bagian dari mahabah kepada Rasulullah SAW, lalu kenapa bid'ah? kan ada ayat Innallaha wamalaikathu yusholluuna'alanabi...............bahwa kita diperintahkan untuk melakukan shalawat kepada nabi??

Anonymous said...

terima kasih atas sholawatnya...
syukron...

Anonymous said...

Tak akan sampai/terkejar akal kita untuk mengetahui Ilmu Allah... yg kita capai pemahaman ttg sholawat, ya hanya sampai disitu kemampuan akal kita. Sementara, Ilmu Allah terbentang luas
Untuk Hal ini, Mari ummat Islam berkeyakian mencapai Ridho dan Rahmat ALLAH SWT... dg cara dan keyakinan kita masing-masing.
Yang Maha benar hanya ALLAH SWT... Kita kembalikan semua kpdNya.

Semoga Kita semua selalu Istiqomah.... Amin....

cabe bubuk said...

subhanallah, sungguh indah benar ISLAM,
semoga ALLAH SWT senantiasa melimpahkan hidayahnya pada kita semua........Amin

Anonymous said...

Allahhu akbar,,yg menciptakan umatny dengan akal dan pikiran yg berbeda2 tp jgn alasan itu qt jadi kan perdebatn tp jadikan tuk saling tukar pikiran lagian apa yg qt kerjakan tergantung qt masing2 yg jelas qt cuma mengharap Ridho dari Allah Swt,,,jgn islam saling berpecah hny dikarenakan beda pendapt,,,apa qt tdk malu dgn agama lain mrk beda tmpt ibadah aja msh bs saling bersatu kenapa qt tidak,,

Ryan said...

mohon baca..
http://metafisis.wordpress.com/2011/08/28/kisah-tahayul-dibalik-munculnya-shalawat-nariyah/

Djat el vaiira mairanny said...

Doa yg sangat bermanfaat di saat hati mulai gundah dalam kegalauan dan dalam masalah..smoga qta trmsuk dalm hamba alloh yg taqwa.amiin

Anonymous said...

bismillahirahmannirahim..
kata bid'ah tidak seluruhnya termasuk sesat (dholalah),tetapi banyak bid'ah yg termasuk terpuji (hasanah).

Dalam dunia Islam dewasa ini dimana terdapat macam" kelompok yg membawa faham agama yg berbeda-beda dan mengklaim sebagai faham yg paling benar,paling sesuai dengan Nabi saw sehingga membuat masyarakat yg tidak memiliki ilmu agama yg baik (awam) menjadi risau,terombang ambing dan timbul keraguan didalam mengamalkan ajaran Islam yg selama ini diterima dari Ulama/Habaib yg mengajarkannya dan telah diyakini kebenarannya.

jalan untuk keluar dari fitnah dan tetap selamat berada dalam hidayah Allah SWT,adalah untuk kembali kepada Ulama/Habaib (Ahlu al Sunnah wa al Jama'ah).

Cinta Rasul said...

Sederhana saja atas komen2 yg tdk suka dgn sholawat nariyah ketika dikaitkan dgn hajat/harapan,.. bahwa kita tetap memohon kpd allah dgn sklgus membaca sholawat kpd nabi,. " man sholla 'alayya sholatan wahidatan shollallahu alaihi biha 'asyro,".. dan masih banyak lagi dalil keutamaan sholawat,..
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

m.fahrul fauzi said...

coba dikaji dulu artinya kepada orang yg betul2 faham tentang bahasa arab dan orang yg betul2 'alim dan bijaksana,kebanyakan dari kita mengartikan hanya sebatas lafadznya yang umum diartikan ke bahasa indonesia,padahal untuk memahami bahasa arab kita mesti memahami ilmu nahwu,sharaf,dll.
Dan dalam berdiskusi jangan mengedepankan ego,tetap berpegang pada Al-Qur'an,Hadist,dan ijma' para 'ulama.
Jangan pecahkan umat islam yg telah retak ini.

Hasan Martoyo said...

Assalamu alaykum... Mas Didik,,, syukron,,sya akan coba,amalkan sholawat Nariyah,,, dari dulu saya sudah,, mengerti,,ada sholawat ini,,disamping sholawat badriyah,,, tapi saya memang tidak paham akan makna,,

Anonymous said...

Assalamu alaykum, saya memang mengamalkan shalawat ini Mas ..
pada kalimat "Wayustaskhol gomamu biwajhihil karim" ada beberapa ulama khususnya didaerah Jawa Barat kata Wayustaskhol berubah menjadi Wayustaskhiel na .. ini apakah ada perbedaannya dan ada juga yang mengatakan ini karena Riyadoh .. apa bener? mohon penjelasan ....

Yoga Triharyadi said...

kalau mimpi denger shollawat Nariyah,, Berarti apa??

Anonymous said...

Pada saat Rasululloh SAW masih hidup ada beberapa shahabat yang mengamalkan shalawat yang tidak pernah diajarkan Nabi, mereka membuat shalawat sendiri. Diantaranya adalah Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a, salah seorang Shahabat Rasululloh yang dijamin masuk surga, mendapat julukan pintu ilmu dan tidak pernah tersentuh kekufuran.
Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a mengajarkan shalawat kepada Rasululloh SAW. Sebagaimana diceritakan oleh:
عَنْ سَلاَمَةَ الْكِنْدِيِّ قَالَ: كَانَ عَلِيٌّ رَضِِيَ اللهُ عَنْهُ يُعَلّمُ النَّاسَ الصَّلاَةَ عَلَى النَّبِّيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : اَللَّهُمَّ دَاحِىَ الْمَدْحُوَّاتِ, وَبَارِئَ الْمَسْمُوْكَاتِ, وَجَبَّارَ الْقُلُوْبِ عَلَى فِطْرَتِهَا شَقِيِّهَا وَسَعِيْدِ هَا,اجْعَلْ شَرَائِفَ صَلَوَاتِكَ وَنَوَاميَ بَرَكَاتِكَ وَرَأْفَةَ تَحَنُّنِكَ , عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِ كَ وَرَسُوْلِكَ, الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالْمُعْلِنِ الْحَقَّ بِالْحَقِّ وَالدَّامِغِ لِجَيْشْاتِ اْلاَبَاطيِْ كَمَا حُمِّلَ ,فَاضْطَلَعَ بِأَمْرِكَ بِطَاعَتِكَ ,مُسْتَوْفِزًا فِى مَرْضَاتِكَ,بَغَيْرِ نَكْلٍ فِى قَدَمٍ وَلاَوَهْيٍ فِى عَزْمٍ ,وَاعِيًا لِوَحْيِكَ ,حَافِظًا لِعَهْدِ كَ ,مَاضِيًّا عَلَى نَفَاذِ أَمْرِكَ ,حَتَّى أَوْرَ ى قَبَسًا لِقَابِسٍ , آلا ءَ اللهِ تَصِلُ بِهِ أَسْبَابَهُ ,بِهِ هُدِيَتِ اْلقُلُوْبُ بَعْدَ حَوْضاتِ الْفِتَنِ وَاْلاِثْمِ ,وَأَبْهَجَ مُوْ ضِحَاتِ اْلاَعْلاَمِ وَنَائِرَاتِ اْلاَحْكاَمِ وَمُنِيْرَاتِ اْلاِسْلاَمِ,فَهُوَ أَمِيْنُكَ الْمَأْمُوْنُ وَخَازِنُ عِلْمِكَ الْمَخْزُوْنِ وَشَهِيْدُكَ يَوْمَ الدِّيْنِ وَبَعِيْثُكَ نِعْمَةً وَرَسُوْلُكَ بِالْحَقِّ رَحْمَةً.َ اَللَّهُمَّ افْسَحْ لَهُ فِى عَدْنِكَ وَاجْزِهِ مُضَا عَفَاتِ الْخَيْرِ مِنْ فَضْلِكَ لَهُ مُهَنّئَاتٍ غَيْرَ مُكَدَّرَاتٍ مِنْ فَوْزِ ثَوَابِكَ الْمَحْلٌوْلِ وَجَزِيْلِ عَطَائِكَ الْمَعْلُوْلِ . اَللَّهُمَّ أَعْلِ عَلَى بِنَاءِ النَّاسِّ بِنَاءَهُ وَأَكْرِمْ مَثْوَاهُ لَدَيْكَ وَنُزُلَهُ وَأَتْمِمْ لَهُ نُوْرَهُ وَاجْزِهِ مِنِ ابْتِعَاثِكَ لَهُ مَقْبُوْلَ الشَّهَادَةِ وَمَرْضِيَّ اْلمَقَالةِ ذَا مَنْطِقٍ عَدْلٍ وَخُطَّةٍ فَصْلٍ وَبُرْهَانٍ عَظِيْمٍ
“ Salamah al Kindi berkata,” Ali bin Abi Thalib r.a mengajarkan kami cara vershalawat kepada Nabi SAW dengan berkata:” Ya Alloh, pencipta bumi yang menghampar, pencipta langit yang tingi, dan penuntun hati yang celaka dan yang bahagia pada ketetapanya, jadikanlah shalawat –Mu yang mulia, berkah-Mu yang tidak terbatas dan kasih saying-Mu yang lebut pada Muhammad hamba dan utusan-Mu, pembuka segala hal yang tertutup, pamungkas yang terdahulu, penolong agama yang benar dengan kebenaran,dan penkluk bala tentara kebatilan seperti yang dibebankan padanya, sehingga ia bangkit membawa perintah-Mu dengan tunduk kepada-Mu, siap menjalankan ridha-Mu, tanpa gentar dalam semangat dan tanpa kelemahan dalam kemauan, sang penjaga wahyu-Mu, pemelihara janji-Mu, dan pelaksana perintah-Mu sehingga ia nyalakan cahaya kebenaran pada yang mencarinya, jalan – jalan nikmat Alloh terus mengalir pada ahlinya dengan Muhammad hati yang tersesat memperoleh petunjuk setelah menyelami kekufuran dan kemaksiatan, ia ( Muhammad ) telah memperindah rambu – rambu yang terang, hukum – hukum yang bercahaya, dan cahaya – cahaya Islam yang menerangi, dialah ( Muhammad )orng yang jujur yang dipercayai oleh-Mu dan penyimpan ilmu-Mu yang tersembunyi, saksi-Mu di hari kiamat, utusan-Mu yang membawa nikmat, rasul-Mu yang membawa rahmat dengan kebenaran. Ya Alloh, luaskanlah surga-Mu baginya, balaslah dengan kebaikan yang berlipat ganda dari anugerah-Mu baginya, yaitu kelipatan yang mudah dan bersih, dari pahala-Mu yang dpat diraih dan anugerah-Mu yang agung dan tidak pernah terputus . Ya Alloh, berilah ia derajat tertinggi diantara manusia, muliakanlah tempat

Anonymous said...

Mengenai dalil tentang bolehnya seorang membuat susunan shalawat terhadap Rasululloh SAW juga dikuatkan dengan hadits Nabi yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud r.a:
وَعَنِ أَبِنِ مَسْعُوْدٍ رَضِِيَ اللهُ عَنْهُ قاَلَ: اِذَا صَلَّيْتُمْ عَلَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاَحْسِنُوْا الصَّلاَةَ عَلَيْهِ فَاِنَّكُمْ لاَتَدْرُوْنَ لَعَلَّ ذَلِكَ يُعْرَضُ عَلَيْهِ فَقَالُوْا لَهُ : فَعَلِّمْنَا, قَالَ: اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صَلَوَاتِكَ وَرَحْمَتَكَ وَبَرَكَاتكَ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاِمَامِ الْمُتَّقِيْنَ وَخَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ اِمَامِ الْخَيْرِ وَقَائِدِ الْخَيْرِ وَرَسُوْلِ الرَّحْمَةِ , الَّهُمَّ ابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا يَغْبِطُهُ بِهِ اْلاَوَّلُوْنَ وَاْلاَخِرُوْنَ.رواه ابن ماجه.
“ Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata,” Apabilah kalian bershalawat kepada Rasululloh SAW maka buatlah redaksi shalawat yang bagus kepada beliau, siapa tahu barangkali shalawat kalian itu diberitahukan kepada beliau” , Mereka bertanya,” Ajari kami cara bershalawat yang bagus kepada beliau” Beliau menjawab,” Katakanlah, ya Alloh jadikanlah segala shalawat, rahmat, dan berkah-Mu kepada Sayyid para rasul, pemimpin orang – orang yang bertaqwa, pamungkas para Nabi, yaitu Muhammad hamba dan rasul-Mu, pemimpin dan pengarah kebaikan dan rasul yang membawa rahmat. Ya Alloh anugerahkanlah beliau maqam terpuji yang menjadi harapan orang – orang terdahulu dan orang – orang yang kemudian” ( H.R.Ibnu Majah )
Berdasarkan hadits – hadits diatas, tampak jelas bahwa tidak ada larangan bagi semua umat Islam untuk mengamalkan shalawat yang tidak pernah diajarkan dan dibaca oleh Nabi dan para shahabatanya.
Lebih dari itu, ada beberapa shahabat yang membuat shalawat tersendiri untuk Rasululloh SAW. Diantaranya adalah shahabat Abdullah bin Abbas seperti yang disebutkan pada hadits berikut ini:
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّهُ كَانَ اِذَا صَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قاَلَ : اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ شَفَاعَةَ مُحَمَّدٍ الْكُبْرَى وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ الْعُلْيَا وَأَعْطِهِ سُؤَلَهُ فِى اْلاَخِرَةِ وَاْلاُوْلَى كَمَا اَتَيْتَ اِبْرَاهَيْمَ وَمُوْسَى
“ Ibn Abas r.a apabila membaca shalawat kepada Nabi SAW beliau berkata,” Ya Alloh kabulkanlah syafaat Muhammad yang agung, tinggikanlah derajatnya yang luhur, dan berilah permohonanya di dunia dan akhirat sebagaimana Engkau kabulkan permohonan Ibrahim dan Musa”
Melihat apa yang diceritakan oleh para shahabat Rasululloh SAW dalam hadits – hadits ini maka tidak ada dasar yang kuat untuk melarang pengamalan shalawat yang tidak pernah diajarkan oleh Rasululloh SAW. Seandainya Rasululloh SAW melarang membuat shalawat sendiri tentu belia akan melarangnya agar tidak membuat shalawat selain yang beliau ajarkan. Dan kalau sesuatu perbuatan itu jelas – jelas dilarang Rasululloh sudah tentu para shahabat seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib,Sayyidina Ibnu Mas’ud dan Sayyidina Ibnu Abbas, yang sudah tidak diragukan lagi kecintaan dan ketaatanya pada Rasululloh SAW akan berani melanggarnya. Oleh sebab itu ,kita tidak perlu bimbang dan ragu dalam mengamalkan shalawat yang tidak disusun dan tidak pernah diamalkan oleh Nabi. Karena , disamping tidak menyebabkan syirik juga belum ditemukan larangan tegas bershalawat dan berdo’a yang tidak diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Bolehkah Saya bertanya kepada yang menuntut dalil dari Alqur'an dan Hadist mohon tunjukkan dalil yang menunjukkan larangan bershalawat dengan mengamalkan shalawat dan do’a yang tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW?

Terimakasih

wilki said...

knapa harus dikatakan bid'ah, selama itu baik knapa tidak boleh, sedangkan kandungannya itu baik, coba baca terjemahnya, kalo berbicara bid'ah naik motor pun bisa dikatakan bid'ah, mobil bid'ah, tv bid'ah, internet pun bid'ah, slama itu tdk melanggar syariat islam toh tdk knapa, mudah2an kita bisa bijak dlm mnyikapinya

Anonymous said...

apakah mengamalkan 1x (jika serius/khusyuk) lbh baik drpd mengamalkan ribuan kali?

Uone jawa said...

Emang nte nanya sama ustad siapa ? Tentang sholawat
kalau menurt ana nte ngaji aja biar nte tau tentang sholawat, jangan lihat dalilnya dari buku, harus dari kitab kuning

aly gazerock said...

assalamualaikum
saya mohon izin mengamalkan amalan shalawat nariyah ini smoga berkah dan ber manfaat, amiin
terimakasih,.
Wasalam

Afianta Wijaya said...

Cuma mau share hehe,, ane alhamdulillah isqomah wirid Shalawat nariyah.. dan subhanallah hari2 ane semakin tenang, selalu diberi kemudahaan sehari2.. dan yg paling penting fulus ane semakin kenceng.. serius ini beda nya sangat terasa pada saat mulai dawamkan shalawat nariyah.. mungkin karena didalamnya terdapat kata2 indah yang menyanjung rosullulah dan kita dengan penuh cinta membacanya..
jangan peduliin orang yg membid'ah/memusyrikan shalawat ini,, mereka mau cinta sama nabi aja perhitungannya setengah mati.. mau baca syukur engga baca juga gpp (tapi rugi sih hehe) wassalam :)

Anonymous said...

alhamdulillah selalu membaca shalawat naryah.. damai rasanya..

baju batik said...

masyallah...ini adalah shalawat yang banyak dan besar manfaatnya..shollu ala nabiy..

hendy said...

Yang bilang solawat itu bid'ah,sesat,syirik dll....hmm faham anda apa? WAHABI ? MUHAMMADIYAH? SYIAH? Atau anda cuma kurir kurir kecil ilmu yg belajar hanya setengah2...
ingat,anda sudah terjebak oleh faham anda sendiri,mau bukti busuknya WAHABI dan yg sepaham dgn alirannya? Buka situs "SALAFITOBAT" klik saja di mbah google.... Saya tanggung anda akan tercengan membacanya,dan akan terpukul jiwa anda setelah tahu semua keBUSUKan imam2 anda.banyak hadis2 yg dipelintir imam anda,hadis BUKHORI saja didhoifkan,dan lebih parahnya lagi,anda korban dari imam anda yg ternyata adalah koalisi YAHUDI dan USA untuk merusak ISLAM diINDONESIA,silahkan anda buka dulu situsnya...
Ingat,buka google,langsung tulis sj SALAFITOBAT,ok
Baru nanti anda komentar....
Pesan saya,jangan smp anda yg tersesat karena kata2 itu sering anda lontarkan dr mulut anda sdr....

Anonymous said...

Saya yakin para penulis sholawat memeliki ilmu sastra yang tinggi, sehingga teman2 yang membid'ahkan sholawat gak ngerti inti dari redaksi sholawat.karena mereke cuma mengupas kulitnya saja ...
Indah nya sholawat, yuk mari sholawatan ...

zakky asyqolani said...

Tetap saja suatu hal yang paling benar itu didasarkan dari Al-qur'an dan hadits(perkataan nabi)hadit's ini merupakan perkataan yang kenyataannya tidak diragukan lagi atau benar atau shaheh,kalian sesama umat moeslim tidak berhak menyalahkan satu sama lain,yang salah mohon di maafkan dan yang benar jangan menyombongkan segala sesuatu yang berasal dari Al-qur'an atau berasal dari perkataan nabi besar kita muhammad s.a.w itu sesungguhnya benar

Toh kalau sudah berhasal dari al-qur'an atau perkataan nabi apa berhak kita menghujat bahwa dari alqur'an atau perkataan nabi itu salah? Astagfirullah sesungguhnya orang yang seperti itu sudah terjerumus kedalam kemusyrikan

Wallahua'lam

zakky asyqolani said...

Intinya begini...sesuatu yang berasal dari Al-qur'an dan sesuatu yang berasal dari hadits(perkataan nabi) itu adalah benar! Tidak diragukan lagi! Dan bagi siapa yang menghujat nya sesungguhnya ia telah masuk kejurang kemusyrikan

Aki Adnani said...

Yang menjadikan syirik atau terlarang dalam shalawat itu, harus dilihat dari arti atau kandungan kebahasaannya. Makanya kalau berdoa harus memahami betul apa yg diungkapkannya, sehinga sampai kepada ketentuan bahwa berdoa dalam bahasa sendiripun diperbolehkan. Padahal kalaulah mau praktis bukankah dengan mungucapkan : Allahumma Shalli 'ala (sayyidina) Muhammadin wa 'ala aalihi (menghormati faham ahlul bait) wa shahbihi (menghormati ahlussunnah) wasallam,sudah memadai. Ada bagusnya kalau kita membedah makna shawalat secara comprehensive. Mau gak? Kalau mau hubungi mustafaadnani@gmail.com atau 08158863049.

ifa violet said...

daripada mengisi waktu untuk menggunjing orang dan justru dalam setiap waktu memperlihatkan segala sifat - sifat buruk yang pasti dimiliki di setiap diri kita, mending bersholawat :)
memaksimalkan waktu untuk berlomba - lomba dalam kebaikan .. :)
Apapun segala manfaatnya, pastilah yang telah mengamalkannya mendapatkan segala barokah'nya... :)

memang saya tidak berwawasan tinggi tentang ilmu agama, tapi saya tau hal ini bukan satu perbedaan yang diciptakan tapi satu keyakinan yang dimiliki. Allah tidak menciptakan untuk memecah belah, tapi sifat - sifat buruk manusialah yang membuat hal - hal itu justru menjadi terpecah. :)

Masnun Tholab said...

Do’a yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menghilangkan kesusahan dan kesedihan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسْلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil serta dari tidak mampu membayar utang dan dari penguasaan orang lain." (HR. Bukhari no. 2679 ; Fathul Baari no. 2893).

Do'a ini bisa dibaca kapan saja, baik di dalam shalat maupun diluar shalat, dan tidak ditentukan jumlahnya.

Post a Comment

About Me

My Photo
Saya lahir di sebuah desa di pinggiran kota kediri Jawa Timur. Dari tk sampai SMA di desa.....jadi asli wong ndeso he...he..he. Kemudian melanjutkan kuliah di UGM fakultas farmasi Angkatan '94. Lulus Th 2001 Selanjutnya bekerja di apotek kimia farma sejak februari 2001 sampai dengan februari 2012. Kemudian memutuskan untuk menjadi pengusaha walaupun kecil-kecilan. Prinsip hidup : kerja keras dan jangan takut mencoba. Beramal sebaik-baiknya dengan mencoba untuk ikhlash Kontak Saya : email : didiksugi@gmail.com

Blog Archive

 
Copyright © 2011. Bloging, Tips, News . All Rights Reserved Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates