Wednesday, 4 March 2009

Kematian Seorang Guru Sufi Yang Legendaris

Kali ini saya ingin berbagi kisah yang menjadi legenda di Kediri. Cerita ini sudah lama terjadi namun aku coba untuk menceritkaannya kembali untuk teman2 semua. Menurut aku cerita ini sangat baik dijadikan contoh dan tauladan dalam hidup ini.


Sebenarnya kita hidup di Indonesia ini penuh dengan keanekaragaman yang patut kita syukuri. Perbedaan suku, agama, adat istiadat, tidak harus dijadikan perselisihan melainkan dijadikan rahmat yang dapat membawa kebahagiaan bersama.


Kisah ini di mulai pada saat aku masih duduk di bangku SMA. Di daerah kediri, Jawa Timur ada seorang kyai yang sangat kharismatik…Gus Mik…kita semua sering menyebutnya. Kyai ini sangat terkenal karena selain nyentrik tapi juga penuh kharisma. Karena dakwah yang di jalankannya tergolong berat dan “nyleneh” atau aneh dalam bhs Indonesia.


Gus Mik bila berdakwah tidak selalu di masjid atau di forum2 pengajian saja. Melainkan juga di tempat2 pemakaman umum, diskotik, tempat perjudian, atau bahkan di tempat2 pelacuran. Karena itulah banyak yang menganggap Gus Mik sebagai guru dari semua golongan. Tapi jangan salah persepsi dulu bila melihat Gus Mik berdakwah di tempat2 maksiat seperti itu. Biasanya orang yang di ajak bicara oleh Gus Mik……langsung insyaf dan sadar…terus kembali ke jalan yang benar.


Suatu saat Gus Mik bermain judi dengan beberapa tukang becak. Pada saat itu tidak ada yang tahu bahwa itu adalah Gus Mik. Karena gusmik sedang “menyamar”….. Setelah permainan beberapa kali akhirnya Gus Mik pun membuka diri dan barulah beberapa tukang becak itu malu dan meminta Gus Mik untuk mendoakan mereka semua. Akhirnya Gus Mik menasehati dan mendoakan mereka……serta memberikan sedikit modal untuk berusaha secara hallal. Hebatnya….doa gusmik di kabulkan oleh Allah. Sehingga tukang2 becak tersebut menghentikan kebiasaannya bermain judi. Dan mencoba hidup secara benar menurut agamanya masing2.


Gus Mik memang tokoh yang sangat dihormati dan di sayangi oleh semua kelompok. Termasuk mereka para pedagang besar di kota kediri. Suatu saat Gus Mik mampir di sebuah toko Truk dan menanyakan kepada pemilik toko yang kebetulan seorang china. Orang china tersebut mengetahui bahwa yang datang adalah Gus Mik…maka dia langsung melayaninya dengan baik. Semua pertanyaan Gus Mik di jawab dengan baik. Setelah selesai bertanya-tanya , akhirnya Gus Mik keluar dari toko dan hanya bilang Truk Itu bagus ya kalau bisa di pakai di pondok.


Ternyata keesokan harinya, truk yang di bilang Gus Mik tersebut tiba2 saja diantarkan oleh sang pemilik untuk disedekahkan ke pondok Gus Mik. Banyak orang yang percaya kalau bersedekah kepada Gus Mik…apapun cita-2 nya akan terkabul. Untuk itulah si orang China tersebut melakukannya. Gus Mik memang di sayangi oleh semua pemeluk agama apapun di Kediri. Mengingat Kharisma yang dimilikinya.


Setiap orang yang bertemu dengan Gus Mik selalu berusaha mencium tangannya. Mengharap mendapat berkah dan kharomah. Di dalam kelompok pengajiannya yang biasa disebut sebagai “ Dzikrul Ghofilin” selalu di padati oleh pengikutnya.


Sewaktu aku masih kuliah di Yogya dulu, aku pernah mengikuti salah satu pengajian Gusmik di Masjid syuhada daerah Kota baru. Pengajiannya diadakan selepas jam 12 malam sampai selesai. Di dalam pengajian itu kita berdzikir bersama-sama membaca surat alfatihah sebanyak 1000 kali. Pembacaan itu di tujukan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya beserta sahabat dan para tabiin2. Kemudian di tujukan juga seluruh ulama dan kyai2 dari jaman dahulu sampai sekarang. Kurang lebih selama 2,5 jam.


Selesai berdzikir…Gus Mik memimpin doa…..dan hampir semua hadirin menangis menyadari akan dosa yang selama ini dilakukannya. Maka dari itulah kelompok pengajian ini disebut dengan Dzikrul Ghofilin” yaitu mengingatkan orang2 yang lupa.


Sampailah akhirnya pada suatu saat Gus Mik di panggil oleh Allah SWT. Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un. …….Ribuan orang melayat dari berbagai agama ataupun golongan. Dari masyarakat kecil sampai pejabat , semua berduyun-duyun untuk mengantarkan jenazah Gus Mik.


Pada saat proses menuju ke pemakaman……ternyata jenazah Gus Mik tidak di usung memakai keranda mayat melainkan langsung di bawa oleh orang-2 yang sedang melayat di sana. Karena saking cinta nya mereka semua kepada Gusmik….mereka rela berjejer dari depan rumah Gusmik samapi ke Area pemakaman. Dan Tubuh Gusmik “dibopong” dari satu orang ke orang berikutnya…begitu seterusnya sampai ke pemakaman.


Sungguh begitulah pemandangan yang mengharukan. Begitulah orang yang sangat di cintai..walaupun sudah meninggal…tapi jasa2 nya tidak akan terlupakan oleh umatnya.Seorang Kyai sekaligus tokoh yang sangat di hormati dan di cintai oleh semua golongan itu telah meninggalkan kita semua. Tapi aku yakin banyak orang yang akan selalu mengingatnya dan menyayanginya. Semoga Allah menerima amal dan perbuatannya sebagai hamba yang di ridhoiNya. Amiin.


Demikian kisah yang dapat saya sampaikan. Cerita ini merupakan cerita dari mulut ke mulut bila ada narasi yang kurang berkenan saya mohon maaf. Saya hanya berharap semoga kita banyak mengambil manfaat dari kisah ini dan mencoba menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kalau tidak bisa menjadi orang yang di cintai oleh masyarakat………..setidaknya kita di kenang sebagai orang yang baik dan banyak manfaatnya.

Comments
10 Comments

10 comments:

Anonymous said...

Sayang di Indonesia sudah jarang tokoh yang betul2 di cintai oleh seluruh golongan atau kelompok

achmad halimi hasyim said...

membaca sejarah orang besar jangan dilihat kebesarannya tapi telusuri proses pejalanan yang dilaluinya biar kita bisa memetik setidaknya secuil hikmah yang dimilikinya. Gus Mik adalah orang besar. Kebesaran beliau bertolak dari kesabarannya menempuh perjalanan panjang yang penuh dengan rintangan. Semoga Allah SWT melimpahkan anugerahNya kepada beliau seperti yang telah diterima oleh para ambiyamursalin serta awliya ulama sholihin, amiin... alfatihah...

Budi said...

Saya juga sudah baca kisahnya Alm Gus Mik ini, di tengah situasi negara yang semakin hancur ini sosok Gus Mik sangat diperlukan Bangsa ini...

Dewi Permana Sari S.Pd.I said...

Subhanalallah, Laiilaahalillah, Allahuakbar.....Kagum, dengan sosoknya adakah guru yang bisa mengikuti jejak beliau?....Akan adakah Gus Mik-Gus Mik berikutnya di Indonesia Tercinta?.... Seandainya saya bisa seperti Beliau...Alangkah bahagianya. Atau mendapat sahabat seperti beliau alangkah beruntungnya. Bagaimana caranya supaya dicintai orang banyak seperti Beliau?....Bagaimana caranya bisa berbaur dengan sesama seperti Beliau. Walaupun sama-sama menjadi guru tetapi saya belum bisa menjadi guru seperti Beliau. Doakan saya semoga saya bisa berbuat baik untuk orang-orang di sekitar saya dan saya bisa berbaur dengan baik dengan orang-orang di sekitar saya. Salut Untuk Gus Mik. Tiada kata yang lagi yang sanggup terucap selain Subhannallah.

Fachruddin said...

GUS MIK adalah manusia di atas rata2...dan se orang wali yang ma'rifat...yang Allah anugrahkan melalui walidnya KH.A.DZAZULI UTSMAN BIN SAHL Beliau adalah Ulama yang sabar,arif,bijaksana dan ta'at dalam menjalankan perintah2 Allah Swt...Semoga Allah mengampuni segala kekhilapannya....Semoga Allah memberikan kpd kita dari keberkahannya,karomahnya,kemudahannya dan cahaya ilmunya yang bermanfa'at Fiddunya wal Aakhiroh........Aamiiin.....

sholahudin said...

jangan merubah pakta,yang benar gus mik dimaqamkan dimaqamkan didusun tambak ngadi kec mojo jaraknya 7 km dari pp ploso mojo kediri setelah dishalati 99 kali..dan pakai mobil ambulan

Didik Sugiarto said...

Mohon maaf, untuk masalah pemakaman Gus Mik...memang saya nggak tahu sendiri...Itu hanya berdasarkan cerita dari mulut ke mulut....kalau memang ada yang menyaksikan sendiri....ya silahkan dikoreksi, trims

Andri said...

Terima kasih sudah berbagi cerita tentang Kakek Guru saya. Salam kenal.

musiman .ampd said...

terima kasih atas aertikelnya yang sangat menggugah qolbu smoga masih banyak diantara kita yang memuliakan uluma karena ulama adalah pewaris nabi denmgan kita cinta kepada ulama maka sebagian cintanyua kita kepada junjungan kita nabi besar muhammad rosululloh saw.
dan dengan cinta kita ini moga menjadikan datangya syafaat rosululloh di hari akhir amin

Komunitas Ngaji Sak Paran-Paran said...

Ajib

Post a Comment

About Me

My Photo
Saya lahir di sebuah desa di pinggiran kota kediri Jawa Timur. Dari tk sampai SMA di desa.....jadi asli wong ndeso he...he..he. Kemudian melanjutkan kuliah di UGM fakultas farmasi Angkatan '94. Lulus Th 2001 Selanjutnya bekerja di apotek kimia farma sejak februari 2001 sampai dengan februari 2012. Kemudian memutuskan untuk menjadi pengusaha walaupun kecil-kecilan. Prinsip hidup : kerja keras dan jangan takut mencoba. Beramal sebaik-baiknya dengan mencoba untuk ikhlash Kontak Saya : email : didiksugi@gmail.com

Blog Archive

 
Copyright © 2011. Bloging, Tips, News . All Rights Reserved Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates