Ancaman pemanasan global masih dapat dihilangkan dalam jumlah sangat besar jika semua negara memangkas buangan gas rumah kaca, yang memerangkap panas, sampai 70 persen pada abad ini, demikian hasil satu analisis baru.
Meskipun temperatur global akan naik, sebagian aspek perubahan iklim yang paling berpotensi menimbulkan bahaya terhadap, termasuk kehilangan besar es laut Kutub Utara dan tanah beku serta kenaikan mencolok permukaan air laut, dapat dihindari.
Studi tersebut, yang dipimpin oleh beberapa ilmuwan dari National Center for Atmospheric Research (NCAR), direncanakan disiarkan pekan depan di dalam Geophysical Research Letters. Penelitian itu didanai oleh Department of Energy dan National Science Foundation, penaja NCAR.
"Penelitian ini menunjukkan kita tidak lagi dapat menghindari pemanasan mencolok selama abad ini," kata ilmuwan NCAR Warren Washington, pemimpin peneliti tersebut.
Temperatur rata-rata global telah bertambah hangat mendekati 1 derajat celsius (hampir 1,8 derajat fahrenheit) sejak era pra-industri. Kebanyakan pemanasan disebabkan oleh buangan gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, terutama karbon dioksida.
Gas yang memerangkap panas itu telah naik dari tingkat era pra-industri sekitar 284 bagian per juta (ppm) di atmosfer jadi lebih dari 380 ppm hari ini.
Sementara penelitian tersebut memperlihatkan bahwa pemanasan tambahan sebesar 1 derajat celsius (1,8 derajat fahrenheit) mungkin menjadi permulaan bagi perubahan iklim yang berbahaya, Uni Eropa telah menyerukan pengurangan dramatis buangan gas karbon dioksida dan gas rumah kaca. Kongres AS juga sedang membahas masalah itu.
Guna mengkaji dampak pengurangan semacam itu terhadap iklim di dunia, Washington dan rekannya melakukan kajian superkomputer global dengan menggunakan Community Climate System Model, yang berpusat di NCAR.
Mereka berasumsi, tingkat karbon dioksida dapat dipertahankan pada angka 450 ppm pada penghujung abad ini. Jumlah tersebut berasal dari US Climate Change Science Program, yang telah menetapkan 450 ppm sebagai sasaran yang bisa dicapai jika dunia secara cepat menyesuaikan tindakan pelestarian dan teknologi hijau baru guna mengurangi buangan gas secara dramatis.
Sebaliknya, buangan gas sekarang berada di jalur menuju tingkat 750 ppm paling lambat pada 2100 jika tak dikendalikan.
Hasil tim tersebut memperlihatkan kalau karbon dioksida ditahan pada tingkat 450 ppm, temperatur global akan naik sebesar 0,6 derajat celsius (sekitar 1 derajat fahrenheit) di atas catatan saat ini sampai akhir abad ini.
Sebaliknya, studi itu memperlihatkan, temperatur akan naik hampir sebesar empat kali jumlah tersebut, jadi 2,2 derajat celsius (4 derajat fahrenheit) di atas catatan saat ini, kalau buangan gas dibiarkan terus berlanjut di jalurnya saat ini.
Menahan tingkat karbon dioksida pada angka 450 ppm akan memiliki dampak lain, demikian perkiraan studi contoh iklim itu.
Kenaikan permukaan air laut akibat peningkatan panas karena temperatur air menghangat akan menjadi 14 sentimeter (sekitar 5,5 inci) dan bukan 22 sentimeter (8,7 inci). Kenaikan mencolok permukaan air laut diperkirakan akan terjadi karena pencairan lapisan es dan gletser.
Volume es Kutub Utara pada musim panas menyusut sebanyak seperempat dan diperkirakan akan stabil paling lambat pada 2100. Suatu penelitian telah menyatakan, es musim panas akan hilang sama sekali pada abad ini jika buangan gas tetap pada tingkat saat ini.
Pemanasan Kutub Utara akan berkurang separuhnya sehingga membantu melestarikan populasi ikan dan burung laut serta hewan mamalia laut di wilayah seperti di bagian utara Laut Bering.
Perubahan salju regional secara mencolok, termasuk penurunan salju di US Southwest dan peningkatan di US Norhteast serta Kanada, akan berkurang sampai separuh kalau buangan gas dapat dipertahankan pada tingkat 450 ppm.
Sistem cuaca itu akan stabil sampai sekitar 2100, dan bukan terus menghangat. Tim penelitian tersebut menggunakan simulasi superkomputer guna membandingkan skenario peristiwa biasa melalui pengurangan dramatis buangan karbon dioksida yang dimulai dalam waktu sekitar satu dasawarsa.
Penulis kajian tersebut menegaskan, mereka tidak mengkaji bagaimana pengurangan seperti itu dapat dicapai atau menyarankan kebijakan tertentu.
"Tujuan kami ialah menyediakan bagi pembuat kebijakan penelitian yang sesuai sehingga mereka dapat membuat keputusan setelah mendapat keterangan," kata Washington.
"Studi ini menyediakan suatu harapan bahwa kita dapat menghindari dampak terburuk perubahan iklim, jika masyarakat dapat mengurangi buangan dalam jumlah besar selama beberapa dasawarsa mendatang dan melanjutkan pengurangan utama sepanjang abad ini."
Senin, 18 Mei 2009
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Arsip Blog
-
►
2012
(35)
-
►
Mei
(11)
- Berita Tentang Kebangkitan Islam di dunia Barat
- Inilah Bukti Bahwa Lady Gaga Pemuja Syetan...
- Template Bagus Untuk Wordpress
- Gebrakan Joko Wi : Joko Wi Pertanyakan Anggaran 14...
- Template Blogger Gratis Bagus
- Video Ceramah Joko Wi di UI...Bagus Banget
- Hasil Liga Inggris : Mancester City Menang Secara ...
- Pengalaman Mengendarai Suzuki Ertiga
- Petugas SAR temukan Jenazah di dekat reruntuhan Su...
- Menimbang Cagub DKI mana ya...yang kira-kira akan ...
- Template Premium Buatan Anak Negeri...Top Abiis
-
►
April
(7)
- Alhamdulillah..akhirnya target 10 Dollar per hari ...
- Kisah Wafatnya Rosululloh SAW versi Indonesia....B...
- Kisah Detik-detik Wafatnya Nabi Muhammad SAW
- Inilah Pesan Terakhir Nabi Muhammad SAW kepada Uma...
- Lirik Lagu Ngamen Neng Prapatan & Video youtube
- Video Imam Masjid Masjidil Haram Menangis Ketika S...
- Ceramah Zainuddin MZ Tentang Taubat
-
►
Januari
(7)
- Haah...Facebook, Netflix dan Nokia Masuk Daftar 10...
- Kisah Tentang Presiden Harvard University
- Inilah 10 Kata-kata Mutiara Motivasi Hidup
- Inilah Rekomendasi Bisnis Online Tahun 2012 yang P...
- Inilah 50 Fakta Ambruknya Ekonomi Amerika Serikat
- Video wawancara dengan walikota Solo Joko Widodo
- lnilah Mobil Dinas Walikota Solo Joko Widodo yang ...
-
►
Mei
(11)
-
▼
2009
(591)
-
▼
Mei
(38)
- Template blogger Favorit
- Inilah Berbagai hal tentang keajaiban sedekah ( s...
- download Mp3 : Cari Jodoh oleh Wali
- Download Mp3 : Hampa oleh Ungu
- Bagaimana cara Bersedekah dengan ikhlash
- Belajar Kepemimpinan Dari Mahatma Gandhi
- Setan Kerasukan Manusia
- Toilet Unik di India
- Download Mp3 lagu Vina Panduwinata - September Cer...
- Tips Menurunkan Kadar Trigliserida
- Lemak dan Kesehatan Jantung
- Download Mp3 lagu : Lupa-lupa Ingat by KUBURAN
- Masih tentang Alzheimer 2 : sejarah alzheimer
- Apakah Anda Penderita ALZHEIMER ??
- Masih mengenai ustad Lihan yang Lowprofile namun s...
- Keajaiban Sedekah : Pengalaman Ustad Lihan
- Satu lagi tentang keajaiban sedekah bersama Ustad ...
- Awas Tahun 2100 Bumi Akan Panas Sekali
- Membongkar mitos kepuasan hubungan seksual
- Tips membeli rumah untuk investasi jangka panjang
- Apa Visi Hidup Anda?
- Artikel Tentang Disentri 2
- Tips bila anak anda terkena DISENTRI
- Inilah sekelumit Kisah sukses seorang blogger yang...
- HUTANG INDONESIA TERBESAR SEPANJANG SEJARAH
- Prinsip ke 17 : Pertanyaan Yang benar menghasilkan...
- Inilah Tips Berhutang yang bisa membuat anda kaya....
- Mengapa Anda Perlu Mempelajari Bisnis Online
- download mp3 dan Lirik lagu: Lyla - Percayakan
- Belajar Zuhud dengan kyai Dhofir
- Download Mp3 dan lirik Lagu : Masih Ada by Ello
- Resep Favorit : SOP BUNTUT ASLI PURWOREJO
- Inilah 4 Modal Menjadi Entrepreneur (Ternyata Buka...
- Keajaiban sedekah Menyembuhkan Leukimia
- Cara Membuat Forum Mailing List Yahoo
- Tragisnya Nasib Antasari Azhar : Ketua KPK
- Humor Tentang Panjang Umur
- inilah Watak kepribadian Anda berdasarkan hari k...
-
▼
Mei
(38)
Mengenai Saya
- Didik sugiarto
- Saya lahir di sebuah desa di pinggiran kota kediri Jawa Timur. Dari tk sampai SMA di desa.....jadi asli wong ndeso he...he..he. Kemudian melanjutkan kuliah di UGM fakultas farmasi Angkatan '94. Lulus Th 2001 Selanjutnya bekerja di apotek kimia farma sejak februari 2001 sampai dengan februari 2012. Kemudian memutuskan untuk menjadi fulltimer internet marketer dan berwirausaha. Prinsip hidup : kerja keras dan jangan takut mencoba. Beramal sebaik-baiknya dengan mencoba untuk ikhlash
0 komentar:
Poskan Komentar