Wednesday, 17 March 2010

Makna hari raya " NYEPI" menurut Gede Prama

Barusan lihat tv one ada acara bagus yang dipandu oleh Farhan. Kali ini tokoh yang ditemui adalah seorang spiritualis asal pulau Bali...dan juga seorang tokoh yang sangat aku idolakan....Gede Prama. Perbincangan tersebut sangat menarik karena beberapa tema yang dibahas berkaitan dengan dunia spiritual dan juga kaitannya dengan hari raya Nyepi yang baru saja dilalui.

"Life begin forty" demikian salah satu topik yang dibahas. "Hidup itu dimulai dari usia 40 tahun". Konon, kata Gede prama : manusia mulai mencari kebahagiaan spiritual saat usianya menginjak 40 tahun. Seseorang akan mulai mencari kehidupan yang lebih baik dan lebih membahagiakan. Dia mulai mencari kedalam diri...sesuatu yang selama ini terlupakan oleh gemerlapnya kehidupan duniawi.

Nah dalam Nyepi ini kita mulai belajar tentang kesunyian yang terdalam. Menurut teologi Tuhan adalah Kesunyian yang paling tinggi. God is the ultimate silent. Untuk mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha Sunyi itulah kita perlu menyatukan kesunyian dalam diri kita dengan kesunyian yang lebih besar yaitu alam semesta ini. Hidupnya akan selalu dalam "keikhlasan" persis seperti bayi yang baru lahir.

Jadi makna Nyepi merupakan usaha manusia untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. Bukan hanya nyepi dari tingkah laku dan perbuatan...melainkan juga 'nyepi' pikiran'. Pikiran yang nyepi adalah pikiran yang diam dan mengalami keheningan yang luar biasa. Maka dia akan menyatu dengan kehidupan ini.

Seseorang yang mengalami pencerahan, dia akan melihat dan merasakan keheningan yang luar biasa ini. Dan melihat segala sesuatu yang berbeda tetapi secara keseluruhan adalah satu kesatuan.

Gede prama mengibaratkan seseorang yang mengalami pencerahan seperti seekor bebek dan ayam ketika hujan. Seekor bebek begitu hujan...langsung nyemplung ke kolam untuk berenang. Sedangkan ayam akan berteduh disebuah gubug. Bebek dan ayam ini berbeda sikap dan bentuknya....namun keduanya bahagia...menjadi dirinya sendiri. Inilah pencerahan.

Ketika anda bisa menjadi diri sendiri dan menghormati orang lain untuk menjadi diri mereka sendiri yang sebenarnya...tanpa menghakimi dan tanpa prasangka. Semua begitu menyatu dalam kehidupan ini. Semua berusaha memberikan yang terbaik bagi lingkungannya...maka itulah kebahagiaan. Menyaksikan kebersatuan ini...adalah suatu pencerahan yang tiada terkira.

Orang-orang yang seperti inilah yang mampu menyatu dan mengalir dengan kehidupan...dan mengalami puncak kebahagiaan tertinggi dalam hidupnya.

Pertanyaannya adalah...gimana bagi orang yang telah lebih 40 Tahun tetapi masih terlena daam kesesatan ....?

Apakah berarti hidupnya belum menyadari jalan spiritual ini...?( pertanyaan tambahan untuk Gede Prama)

Ya nggak tahulah....tanyalah pada rumput yang bergoyang..he..he...

Demikian yang dapat aku rangkum dari pembicaraan Farhan dan Gede Prama....ada kurang lebihnya saya mohon maaf...kalau mau lebih jelas....lihat aja di arsipnya tv one tentang nyepi.
Comments
2 Comments

2 comments:

Madecerik said...

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1934, semoga kedamaian selalu menyertai

Anonymous said...

Iklas, Bersih, hening dan suci pikiran.

Post a Comment

About Me

My Photo
Saya lahir di sebuah desa di pinggiran kota kediri Jawa Timur. Dari tk sampai SMA di desa.....jadi asli wong ndeso he...he..he. Kemudian melanjutkan kuliah di UGM fakultas farmasi Angkatan '94. Lulus Th 2001 Selanjutnya bekerja di apotek kimia farma sejak februari 2001 sampai dengan februari 2012. Kemudian memutuskan untuk menjadi pengusaha walaupun kecil-kecilan. Prinsip hidup : kerja keras dan jangan takut mencoba. Beramal sebaik-baiknya dengan mencoba untuk ikhlash Kontak Saya : email : didiksugi@gmail.com

Blog Archive

 
Copyright © 2011. Bloging, Tips, News . All Rights Reserved Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates